Mengembangkan Kecerdasan Anak Sejak Dini

Semua orangtua pasti senang memiliki anak yang kreatif. Kreativitas tidak datang begitu saja,tetapi harus diupayakan. Pertumbuhan otak anak dan pembentukan kreativitasnya dapat didukung sepenuhnya oleh orangtua. Anda dapat membuat anak Anda menjadi seorang yang kreatif,tentunya jika menggunakan cara yang tepat. Dengan cara yang tepat,kreativitas anak akan berkembang dengan pesat dan menonjol. Untuk itu,sebagai orangtua,Anda perlu mendorong anak untuk melakukan berbagai kegiatan.

Banyak faktor pendorong orangtua yang gigih dalam mendorong bakat dan kreativitas anaknya. Menurut psikolog anak Drs. Alva Handayani, Psi., beberapa alasan yang mendorong orangtua melakukan hal ini setidaknya dikarenakan beberapa hal seperti di bawah ini:

1. Semakin meluasnya kesadaran para orangtua dan juga kalangan pendidik mengenai peran stimulasi dini dan pengaruh lingkungan terhadap perkembangan anak.
2. Adanya kebutuhan untuk memperluas pengalaman sosial sang anak dengan melibatkannya dalam kegiatan di luar rumah atau sekolah.
3. Dirasakan perlunya kegiatan penunjang untuk memantapkan keterampilan yang diperoleh anak melalui sekolah formal.
4. Berkembangnya berbagai macam jenis fasilitas kegiatan ataupun kursus yang ditawarkan publik kepada orangtua sebagai kegiatan pengisi waktu luang anak.
5. Adanya kebutuhan untuk memperluas variasi kegiatan sang anak dan upaya untuk mengembangkan minat atau keterampilan khusus pada anak. Semakin bertambah umur sang anak,keterampilan dan keahliannya juga akan semakin kompleks. Stimulasi yang diberikan kepada anak pun harus tepat agar anak menjadi cerdas dan kreatif. Seperti apa stimulasi yang tepat untuk anak? Tidak lain adalah stimulasi atau rangsangan yang disesuaikan dengan tahap perkembangan anak. Dengan demikian,stimulasi atau rangsangan yang diberikan bisa sesuai dengan kemampuan anak tanpa memaksa ataupun membebaninya. Memaksa atau membebani anak diluar kemampuannya akan mematikan kreativitas sang buah ahati.

Berbagai macam kecerdasan otak anak yang perlu dikembangkan,mengharuskan stimulasi yang beragam pula. Salah satu yang utama adalah stimulasi motorik. Mengapa bisa demikian? Hal ini dikarenakan perkembangan motorik anak usia balita sangatlah pesat,terutama motorik kasar. Asal tahu saja,erat dengan perkembangan fisik dan rasa percaya diri. Sedangkan bagi anak usia enam sampai dua belas tahun,perkembangan motorik terkait dengan kebutuhan untuk besosialisasi,berkompetisi,mengenal aturan main,mengenali sekaligus menyalurkan minat terhadap sesuatu seperti seni dan sebagainya.

Seperti apa dan bagaimana stimulasi motorik yang harus dilakukan orangtua terhadap anak?

a. Stimulasi motorik kasar untuk anak balita berupa:

    1. Mengajarkan anak mengontrol keseimbangan,misalnya mengajarkan keseimbangan kepada anak ketika anak     berjalan,berputar,berlari,dan berhenti. Hal tersebut bisa diintegrasikan menjadi permainan menyusuri         jalan setapak yang dikelilingi "jurang".
    2. Melatih koordinasi gerak,keseimbangan dan keberanian dengan cara: misalnya memanjat pohon dan tangga.
    3. Berlatih mempertajam gerak refleks dengan melakukan permainan melempar dan menangkap bola.
    4. Melatih dengan mengajaknya main lompat ke atas,kedepan dan sebagainya. Lakukan dengan menggunakan dua     kaki dan satu kaki secara bergantian.
    5. Mengajak anak bergerak dan menari mengikuti irama. Kegiatan ini sangat baik untuk melatih harmonisasi     anak sehingga bisa cepat menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
    6. Berenang sangat baik dilakukan anak untuk melatih banyak hal dalam dirinya seperti kekuatan     fisik,keberanian,mengukur kemampuan dan sebagainya.
 
b. Stimulasi motorik halus untuk anak balita meliputi:

    1. Melipat kertas menjadi sebuah karya dan menggambar dengan krayon,melukis dengan cat air. Manfaat     melukis dengan cat air hampir sama dengan melukis menggunakan krayon. Hanya saja cat air aman digunakan     oleh anak usia empat sampai lima tahun. Finger painting,yakni melukis dengan jari melatih pengembangan     imajinasi,memperhalus koordinasi motorik halus dan mengasah rasa seni,khususnya seni rupa.
    2. Meronce manik-manik. Ini dapat melatih konsentrasi selain melatih ketajaman koordinasi mata dan tangan     anak.
    3. Main lilin/dough. Permainan ini sangat membantu mengasah kreativitas anak. Selain melatih ketelitian     dan kesabaran,jiwa seni bisa didapat anak lewat permainan ini.
    4. Tracing (mengikuti titik-titik yang berbentuk gambar/huruf/angka). Kegiatan ini baik dilakukan oleh     anak kelas TK A dan B. Sebabnya,kegiatan ini merupakan pelajaran menulis permulaan sekaligus melatih             konsentrasi anak.

c. Stimulasi motorik kasar untuk anak berusia enam sampai dua belas tahun meliputi:

    1. Olah raga seperti bermain sepak bola,bola kasti,basket,dan bola kaki,berenang,lompat jauh dan lari maraton.
    2. Kegiatan outbond.

d. Stimulasi motorik halus untuk anak usia enam sampai dua belas tahun.
Manfaat yang bisa diperoleh kurang lebih sama dengan stimulasi motorik halus pada balita. Hanya saja caranya yang berbeda,yaitu disesuaikan dengan usia anak. Berikut ini penjelasannya:

    - Menggambar dan melukis dengan berbagai media.
    - Membuat kerajinan dari tanah liat.
    - Membuat seni kerajinan tangan,misalnya membuat boneka dari kain perca.
    - Bermain alat musik seperti gitar,biola,piano dan sebagainya.

Nah selain hal-hal diatas, kita sebgai orang tua juga harus memperhatikan pola makan anak. Anak yang memiliki nafsu makan yang kurang juga akan berpengaruh terhadap kecerdasannya karena asupan makan berkurang. Untuk itu, perhatikan cara makannya. Apalagi jika sampai anak anda kurus kerontang, ditakutkan kurang gizi, cobalah cari cara menggemukkan badan anak yang baik dan benar dengan cara alami tanpa efek samping. Demikian semoga bermanfaat.
Sumber : Klaten Herbal

Tips Sederhana Sehat

Cintailah kesehatan ...
Jika anda sakit maka hal pertama yang menjadi keinginan anda tentunya adalah sehat. Maka jika anda sehat, jagalah selalu supaya bisa sehat. Makan makanan yang sehat, hindari gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, minum minuman keras, suka begadang dan lain-lain.
Name
Email
Comment
Or visit this link or this one